Apa saja masalah kesehatan anak yang sering terjadi pada
bayi baru lahir? Inilah 6 kondisi yang wajib tahu agar kamu bisa merawat bayibaru lahir dengan tepat :
1. Konstipasi
Bayi yang mendapatkan asupan ASI pada umumnya tidak
mengalami masalah konstipasi karena ASI memiliki kadar laktosa yang tinggi yang
dapat mencegah terjadinya konstipasi. Tapi untuk bayi baru lahir yang
mendapatkan susu formula, konstipasi atau sembelit bisa dialami oleh bayi.
Sedangkan pada bayi usia 6 bulan penyebab terjadinya konstipasi karena bayi
mulai beradaptasi dengan makanan pertama yang dikonsumsinya.
Jangan khawatir sebab, masalah konstipasi pada bayi bisa
diatasi dengan memperbanyak cairan yang diasup, memberikan sayuran dan buah
yang kaya serat. Tapi jika selama satu minggu bayi masih mengalami konstipasi
sebaiknya kamu segera membawa bayi ke dokter.
2. Batuk dan Pilek
Bayi akan mengalami batuk dan pilek dalam satu tahun pertama
kehidupannya. Hal ini disebabkan lingkungan sekitar bayi banyak virus yang bisa
menyebabkan batuk dan pilek. Sedangkan tubuh bayi belum bisa secara maksimal
melawan virus tesebut karena sistem
kekebalan tubuh bayi masih berkembang.
Apalagi untuk bayi yang sedang dalam tahap mengeksplorasi
segala sesuatu dengan tangan dan mulutnya yang bisa menyebabkan kuman masuk ke
dalam tubuhnya. Untuk mengatasi batuk dan pilek pada bayi baru lahir bisa kamu
bisa menjemur bayi di pagi hari dan terus memberikan asupan ASI.
3. Ruam Popok
Ruam popok sering menjadi masalah bagi bayi baru lahir. Ruam
popok adalah kondiri iritasi yang terjadi pada bagian tubuh bayi yang tertutup
popok, misal pada lipatan paha, bokong dan kemaluan. Ruam popok bisa membuat
bayi rewel karena merasa tidak nyaman dan menggangu aktivitas bayi.
Saran untuk ibu, gantilah popok sesering mungkin untuk tetap
menjaga agar tetap bersih dan kering. Kamu bisa mengganti popok sebanyak 6-9
kali dalam sehari. Dan jangan menggunakan tisu basah atau pembersih apapun yang
mengandung alkohol untuk membersihkan bagian tubuh bayi yang tertutup popok.
Kulit bayi sangat sensitif sehingga penggunaan pembersih seperti tisu basah
bisa menyebabkan iritasi kulit. Untuk
membersihkan, kamu cukup menyelupkan kapas bersih ke dalam air hangat.
4. Diare
Sejak lahir, salah satu penyakit yang sering dialami bayi
adalah diare. Problem diare pada bayi bisa disebabkan karena alergi susu,
bakteri, maupun alat makan bayi kurang bersih, padahal si kecil sudah
mengonsumsi makanan padat pertamanya. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar kamu
tidak memberikan jus buah sebelum usia 6 bulan. Dan kalau kamu ingin memberikan
jus buah pada bayi dan tidak lebih dari 4 ons perhari.
Untuk mengatasi diare pada bayi, kamu harus memastikan bahwa
bayi tidak mengalami dehidrasi. Caranya dengan menyusui bayi sesering mungkin
dengan perlahan. Selain itu tetaplah
menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum menyusui dan
menggendong bayi dan memastikan bahwa perlengkapan makan yang digunakan bayi
selalu bersih.
5. Gumoh
Gumoh dan muntah akan terjadi pada kebanyakan bayi baru
lahir dan hal tersebut sangat wajar. Jadi ibu tidak perlu khawatir ya, sebab
gumoh biasa terjadi pada usia bayi 12-16 minggu. Seiring bertambah usia bayi, biasanya gumoh akan
berhenti.
Untuk membedakan gumoh dan muntah, kamu bisa melihat dari
jumlah cairan yang keluar dari mulutnya. Kalau gumoh yang terjadi seperti air
yang mengalir ke bawah dengan jumlah yang tidak banyak dan terjadi dengan
spontan. Biasanya bayi setelah menyusui akan mengalami gumoh.
Sedangkan muntah mengeluarkan cairan atau makanan dalam
jumlah banyak yang disertai dengan kontraksi pada otot perut. Bayi berusia 2
bulan bisa mengalami muntah karena adanya infeksi atau gangguan katup di
saluran cerna.
6. Sulit Menyusui
Pada bebarapa bayi baru lahir akan mengalami masalah
kesulitan menyusui. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Misal, posisi
dan pelekatan menyusui yang belum tepat sehingga membuat bayi belum bisa
menyusui dengan baik. Mulut bayi yang belum bisa terbuka lebar untuk menyusu di
areola.
Kamu bisa membantu bayi saat menyusui dengan membuka bibir
atas dan bawah bayi kemudian menempelkan ke payudara. Saran untuk ibu,
seringlah menyusui agar bayi terlatih menghisap puting dengan benar dan untuk
merangsang produksi ASI yang lebih banyak.
SEMOGA BERMANFAAT!







Tidak ada komentar:
Posting Komentar